Minggu, 17 Mei 2009

\ pemenang IMA 2009 \



PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK IMA 2009

catetan : tanda *** pemenangnya bok!!

1. Ikranagara ( LASKAR PELANGI ) ***
2. Lukman Sardi ( PENCARIAN TERAKHIR )
3. Nicholas Saputra ( 3 DOA 3 CINTA )
4. Sophan Sophiaan ( LOVE )
5. Winky Wiryawan ( GARA-GARA BOLA )

PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK IMA 2009

1. Cut Mini ( LASKAR PELANGI ) ***
2. Ladya Cheryl ( FIKSI )
3. Revalina S Temat ( PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)
4. Richa Novisha ( PENCARIAN TERAKHIR )
5. Widyawati ( LOVE )

PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK IMA 2009

1. Ario Bayu ( LASKAR PELANGI )
2. Joshua Pandelaky ( PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN )
3. Lukman Sardi ( KAWIN KONTRAK LAGI ) ***
4. Rifnu Wikana ( LASKAR PELANGI )
5. Yoga Pratama ( 3 DOA 3 CINTA )

PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK IMA 2009

1. Asri Pramawaty ( SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI )
2. Kinaryosih ( FIKSI )
3. Nasya Abigail ( PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN ) ***
4. Sarah Sechan ( SI JAGO MERAH )
5. Sigi Wimala ( KALAU CINTA JANGAN CENGENG )

PENDATANG BARU PRIA TERBAIK IMA 2009

1. Ferdian ( LASKAR PELANGI )
2. Judika ( SI JAGO MERAH ) ***
3. Ramzi ( DOA YANG MENGANCAM )
4. Veris Yamarno ( LASKAR PELANGI )
5. Zulfani ( LASKAR PELANGI )

PENDATANG BARU WANITA TERBAIK IMA 2009

1. Jenny Chang ( KARMA )
2. Laura Basuki ( GARA_GARA BOLA )***
3. Sharon Jessica ( CHIKA )

PEMERAN UTAMA PRIA TERFAVORIT IMA 2009

1. Ikranagara (LASKAR PELANGI)
2. Lukman Sardi (PENCARIAN TERAKHIR)
3. Nicholas Saputra (3 DOA 3 CINTA)
4. Sophan Sophiaan (LOVE) ***
5. Winky Wiryawan (GARA-GARA BOLA)

PEMERAN UTAMA WANITA TERFAVORIT IMA 2009

1. Cut Mini (LASKAR PELANGI)
2. Ladya Cheryl (FIKSI)
3. Revalina S Temat (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN) ***
4. Richa Novisha (PENCARIAN TERAKHIR)
5. Widyawati (LOVE)

PENDATANG BARU PRIA TERFAVORIT IMA 2009

1. Ferdian (LASKAR PELANGI)
2. Judika (SI JAGO MERAH)
3. Ramzi (DOA YANG MENGANCAM)
4. Veris Yamarno (LASKAR PELANGI)
5. Zulfani (LASKAR PELANGI) ***


NOMINASI PENDATANG BARU WANITA TERFAVORIT

1. Jenny Chang (KARMA)
2. Laura Basuki (GARA-GARA BOLA) ***
3. Sharon Jessica (CHIKA)

SOUNDTRACK TERFAVORIT IMA 2009

1. Ayat-Ayat Cinta ( ROSSA ) - AYAT-AYAT CINTA
2. Laskar Pelangi ( NIDJI ) - LASKAR PELANGI ***
3. Kesempatan Kedua ( TANGGA ) - LOST IN LOVE
4. Sempurna ( GITA GUTAWA ) - LOVE
5. I Love you Bibeh ( THE CHANGCUTERS ) - THE TARIX JABRIX

FILM TERFAVORIT IMA 2009

1. 3 DOA 3 CINTA
2. AYAT-AYAT CINTA
3. FIKSI
4. GARA-GARA BOLA
5. KALAU CINTA JANGAN CENGENG
6. LASKAR PELANGI ***
7. LOVE
8. PENCARIAN TERAKHIR
9. PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

Kamis, 14 Mei 2009

\ about frozen flower\



Film layar lebar yang berjudul “Frozen Flower” terjual ke 7 negara pada European Film Market yang diadakan pada acara Berlin International Film Festival.

Film yang dibintangi oleh Jo In Sung, Joo Jin Mo dan Song Ji Hyo ini terjual ke negara Spanyol, Czechoslovakia, Thailand, Russia, Turkey, Singapore dan Brazil.
Sebelumnya, “Frozen Flower” juga sudah terjual ke Jepang, Jerman, Belgia, Belanda dan Luxemburg.
Kabarnya, para pembeli asing ini tertarik dengan tema cerita dan juga pemandangan yang indah dalam film tersebut.
Di Korea Selatan sendiri, tiket “Frozen Flower” sudah berhasil terjual lebih dari 4 juta won.

“Frozen Flower” (ssanghwajeom).

Film bersetting era Goryo ini bercerita tentang skandal percintaan dan penghianatan raja Geryo yang konon adalah seorang gay dengan 36 pasukan khususnya yang terdiri dari pria-pria muda nan tampan bernama ‘Gunryongwi’ serta ratu yang cantik yang berasal dari kerajaan Yuan.

Raja Georyo bakal diperankan oleh Jo Jin Mo sementara Jo In Sung akan berperan sebagai komandan dari pasukan ‘Gunryongwi’ bernama Hong Lim yang mendapatkan perlakuan khusus dari Raja Georyo (gak relaaa…), film ini sendiri dibuat berdasarkan kisah nyata yang pernah terjadi di masa Georyo.

Setelah No Regret, King’s Man (King & the Clown) lalu Antique (lirik postingan dibawah) dan sekarang Frozen Flower, dan semuanya mengangkat tema penyimpangan sexual.

\ bidadari \


Sore itu aku berjalan2 di tepi sungai, lelah aku setelah seharian bekerja di sawah. Rasanya lega sekali, padi2 yang selama ini kurawat sudah mulai berisi. Kelopak2 itu sudah mulai gemuk dan panjang berulir. Bahkan beberapa hari ini sudah banyak yang mulai merunduk ke tanah, melihat dan mengagumi darimana dia berasal dan mendapatkan penghidupan. Mungkin itu yang dimaksud oleh nenek moyang untuk meniru ilmu padi, semakin berisi tetapi semakin merunduk. Bukan merunduk tidak percaya diri, tetapi merunduk mengagumi Ilahi, sumber segala ilmu dan pengetahuan. Hari sudah mulai gelap, remang2 cahaya lampu dari seberang sungai sudah mulai kulihat. Tiba2 aku melihat bayangan seseorang berambut panjang berjalan menuju sungai, memakai kemben* dan menjinjing keranjang kecil.

Langkahnya pelan menjemput air sungai, dan berhenti ketika air telah mencapai ujung atas kembennya. Rambut panjangnya segera diurai dan dia mulai merendamkan dirinya di air sungai yang mulai dingin. Mataku tak berkedip2 sejak tadi, jarak yang memisahkan aku dengannya memang tidak terlalu jauh. Sayup2 kudengar dia menyanyi, detak jantungku berdegup keras, suaranya magis, apalagi didukung oleh suasana sore yang terhiasi oleh jingga cakrawala. Putri2 kraton yang tertulis di lontar2 Majapahit yang katanya cantik nan gemulai itu aku belum pernah melihatnya, tapi sepertinya yang didepan mataku ini tak kalah indah dengan putri2 itu, hanya saja kecantikan dan gemulainya tidak tertulis di lontar, tapi tertulis di alam, dengan tinta2 sang cakrawala. Dia berputar2, bermain air, terkadang menyelam, mengambil pasir halus dari dasar, dan diusapkannya di seluruh badannya.

Rupanya dia sadar sejak tadi ada mata yang mengagumi geraknya, dan mulai menatap balik ke arahku. Aku menjadi kikuk, dan kulambaikan tangan ke arahnya. Dia juga melambaikan tangan ke arahku, sambil tak henti2nya masih bernyanyi2 kecil. Dia melambaikan tangan lagi, mengajakku untuk turun mandi. Walaupun dingin, kupaksakan diri juga untuk mengakrabkan diriku dengan air sungai. Aku berenang ke seberang, menelusuri riak2 air yang memancarkan aroma2 eksotis. Bayang wajahnya semakin jelas,dan suara nyanyiannya semakin keras terdengar. Wajahnya bulat, dengan pandangan tajam berwarna biru. Ternyata dia menyanyi Asmaradahana, tembang2 ritmis tentang cinta seorang anak manusia. Dia sudah mulai nakal melempar2kan air ke mukaku, sambil tertawa2 renyah, akupun membalasnya. Kami tertawa2, akrab seakan telah bersatu di kehidupan sebelumnya. Reinkarnasi kedua yang tinggal melanjutkan saja. Hanya aku heran, kenapa aku baru bertemu dia sekarang, bukankah dia adalah salah satu penduduk desa seberang. Dia tertawa lagi, tertawa lagi, kadang kuberanikan diri memandang tepat lurus ke wajahnya, saat itulah dia berhenti tertawa, dia tersenyum, senyum yang bukan berasal dari bumi, aku tahu pasti. Dia menyelam, beberapa lama sehingga aku kebingungan di kegelapan, kumenoleh ke kanan kiri untuk mencari sosoknya, tapi tak muncul2 juga. Tiba2 bukkkk.............ada benda serupa pasir menabrak punggungku, aku secepat kilat menoleh, hampir saja wajah kami bertabrakan. Ternyata rambutnya tadi yang menabrak punggungku, dan dia kini tepat beberapa senti di depanku. Begitu dekat hingga aku mendengar nafasnya, seperti angin2 harapan dari oase yang menerjang padang pasir. Dia sendiri sepertinya kaget, tidak menyangka akan menabrak punggungku dari belakang. Aku baru sadar sekarang betapa cantik makhluk yang berada di depanku ini. Rambut panjangnya yang hitam legam sedikit mengkilat oleh sinar rembulan yang sudah mulai mengggantikan tugas sang mentari.

" Cantikkkkk......" tiba2 suara serak seorang lelaki membahana dari atas sungai, menimbulkan suara sambung menyambung. Gadis itu langsung beranjak, menuju ke tepian lagi. Tapi dia celingukan, seperti sedang mencari sesuatu. Ah ya, sepertinya dia lupa dimana menaruh keranjang kecilnya, ternyata bidadari bisa juga lupa, aku langsung menghambur ke darat, kucoba mengingat2 dimana dia tadi meletakkan keranjang kecil itu. Sinar rembulan yang tidak begitu terang semakin mempersulit pandangan. Tapi segera kulihat keranjang tadi di balik batu di ujung sana, rupanya karena keasyikan bermain, kita sudah agak jauh dari tempat semula. Aku segera berlari mengambil keranjang kecil dari anyaman bambu itu, dan segera menyerahkan kepadanya.
" Terima kasih ya sudah menemaniku.." dan diapun pergi..............

Dua belas purnama sudah aku mengenalnya, dan kehidupanku selalu diwarnai oleh canda dan kisahnya. Jika malam diwarnai rembulan, kami akan selalu pergi ke sungai itu, bermain dan bernyanyi, tersenyum dan tertawa. Dia memang cantik, seperti namanya. Tapi semakin lama aku mengenalnya, kecantikan itu semakin membuatku tergila2. Karena cantik yang terpancar lebih kuat justru dari sikapnya, melebihi kecantikan raganya yang memang sudah luar biasa. Tapi dia selalu mengelak ketika kubilang bahwa dirinya cantik, apalagi kalau kubilang bahwa dia adalah seorang yang sangat cerdas, dia pasti mengalihkan pembicaraan. Apakah dia kira aku nggombal, padahal belum pernah dalam hidupku aku bilang bahwa hobiku nggombal. Hobi yang elitis itu memang tidak pas denganku, aku hanya ingin jujur. Aku hanya bicara apa adanya, tidak mengurangi tidak menambahi.

Tapi memang sebenarnya kata2 tak cukup mampu melukiskan keindahannya, tapi aku terus mencoba, walau aku tak tahu apa itu sampai pada tujuannya. Tapi begitulah, aku hanya makhluk biasa, yang bisa terpesona oleh keindahan dan kecantikan, yang bisa menggelepar oleh suara halus dan rayuan. Aku sering mengajaknya untuk bicara tentang masa depan. Bicara tentang langkah2 manusia di bumi, tentang segala tingkah dan perbuatan. Dan diapun menimpali, dengan kata2nya yang lembut, diucapkan dengan yakin. Protes2nya terhadap manusia yang sewenang2 terhadap alam, terhadap keadaan yang membelenggu anak bangsa untuk maju, atau terhadap nada sinis sebagian manusia jika seorang wanita ingin berkarya. Dan kalau keadaan sudah menjadi terlalu serius, kitapun bercanda lagi. Bicara tentang kucing yang hari ini tidak mau makan karena sedang jatuh cinta dengan kucing tetangga, atau tentang anjing yang nakal mengikuti kemanapun tuannya melangkahkan kaki. Tertawa lagi, menertawakan segala yang bisa ditertawakan. Melepaskan segala beban, karena beban kadang memang tak perlu terlalu dipikirkan. Asal sebagai manusia kita sudah melaksanakan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Suatu malam aku bertanya padanya, maukah dia memberikan senyum surgawinya untukku, tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk sepanjang perjalananku menempuh kehidupan. Dia terdiam, menerawang......, dan akhirnya dia bilang dia juga takut kehilanganku. Lalu kutanya, maukah dia bersama denganku mencari arti dibalik semua ayat2 Tuhan yang tertulis maupun yang tercipta, mengarungi kapal bersama menuju teluk bahagia di ujung sana. Rona wajahnya berubah, dia kelihatan bingung, lama sekali dia terdiam, mengarahkan pandangan ke bumi, seakan menembus dan bertanya kepada bumi akan galaunya, kemudian ke langit, bertanya kepada bintang2 akan risaunya.Di remang2 rembulan, dia membisikkan kepadaku, bahwa dia tak mau mengecewakanku.
" Biarkan aku sendiri beberapa purnama ini...", dan kemudian dia pergi, melewati rumpun2 padi yang kekuningan, dan menyeberangi sungai jernih itu. Pergi ke desanya yang diseberang. Aku hanya bisa terpaku di sini, kejadian itu begitu cepat, sampai aku tidak sempat mengucapkan sepatah kata pun. Aku berteriak2 memanggilnya, tapi suaraku ditelan oleh anggun langkahnya.

Dia mungkin belum tahu, bahwa dia tak pernah mengecewakanku, dan tak akan pernah. Karena seperti yang aku bilang dulu ketika aku pertama kali menyatakan bahwa aku cinta padanya, bahwa cintaku apa adanya, kelebihan dan kekurangan itu adalah keniscayaan, bahkan bagi seorang bidadari seperti dia. Tak ada yang mampu memalingkan aku dari cintanya, karena cintaku bukan karena cantiknya, tapi karena kecantikan hatinya. Cintaku bukan pada keluarbiasaannya, tetapi karena usahanya untuk tetap menjadi biasa. Dan aku tahu setiap yang hidup akan beranjak tua, tapi aku yakin kecantikan hatinya abadi. Biarlah semua manusia silau akan aroma harum dan tebaran pesonanya, aku hanya akan mengagumi dia seperti adanya. Beberapa purnama, sungguh waktu yang sangat lama kurasakan. Aku hanya ingin dia kembali lagi, setiap malam yang berhiaskan rembulan bermain bersamaku, biarlah masa depan tetap menjadi masa depan.

\ bubuy bulan \



hemm..hemm terpukau akan olah vocal Rossa yang bagus dan menyayat2 hati saat nyanyi nih lagu, saat konser menyanyikan lagu 'bubuy bulan' makanya aku sisipin disini syairnya...
kebetulan apal hehehe...

BUBUY BULAN

Bubuy bulan
Bubuy bulan sangray bentang
Panon poe
Panon poe disasate

Unggal bulan, unggal bulan
Unggal bulan abdi teang

Unggal poe,unggal poe
Unggal poe oge hade

Situ Ciburuy
laukna hese dipancing
Nyeredet hate
Ningali ngeplak caina

Duh eta saha nu ngalangkung
unggal enjing
Nyeredet hate
Ningali sorot socana

Selasa, 12 Mei 2009

\ anthology 4-BIA \




Menjelajahi perfilman di Asia saat ini, ada satu periode yang sangat menarik yaitu saat memboomingnya genre horror produksi Asia. Dimulai dari produksi Jepang “The Ring” dan “The Grudge” yang langsung diikuti oleh menjamurnya film film sejenis di negara negara lainnya (Indonesia tentu salah satunya). Hollywood sebagai salah satu produsen film nomor satu di dunia itupun sampai sampai latah ikutan me-recycle film film horror hits Asia. Lantaran karena kehabisan ide atau hanya mengagumi kualitas horror Asia yang lebih baik dari produksi mereka. Tapi saat ini tampak produksi genre ini sudah mulai kian menurun, tidak seheboh tahun tahun yang lalu lagi, karya karya baru yang berkualitas juga sudah jarang kita temui di pasaran.

Selepas gagalnya juga beberapa karya buat ulang yang digeber oleh para produsen Hollywood yang berniat melanjuti sukses Ring dan Grudge. Salah satu negara Asia yang tampaknya masih tetap konsisten dengan per-horror-annya adalah Thailand, yang sempat juga menelurkan beberapa produk berkualitas seperti “Shutter” dan “Alone”. “Shutter” pun telah mengalami proses peng-Hollywood-an yang dibarengi oleh hasil yang sangat jauh dari memuaskan kalo dibandingkan dengan versi aslinya. Ngomong ngomong tentang film ini dan juga “Alone” tentunya yang menceritakan tentang seorang wanita yang dihantui kembarannya (dan denger denger juga bakal direka ulang versi baratnya), mungkin beberapa dari anda sudah mengetahui kalo sutradara asli dua film ini adalah sama, yaitu dua orang bernama Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom (nama orang Thai emang rada susah dilafalkan…he..he..).

Mereka berdua ini adalah sutradara generasi baru yang punya potensi sangat mengagumkan di Thailand sana, terbukti dua film mereka itu bukan hanya mampu menjadi hits dimana mana namun juga mengangkat nama perfilman negeri mereka.

“4bia” sendiri adalah sebuah film horror yang terbagi atas 4 segmen atau cerita, dimana bisa terlihat dari pemakaian angka itu pada title, dan juga kalau sekilas akan terbaca seperti kata Phobia yang berarti perasaan takut. Semenyeramkan itukah film ini hingga dapat menyebabkan para penontonnya menjadi phobia?
4 segmen ini juga uniknya bakal disutradarai oleh sutradara yang berbeda beda, modus seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sebelumya juga pernah muncul horror berjudul “Three” yang mengambil tema serupa, 'zoo' anthology horor jepang atau 'three extremes'.

4 sutradara yang terlibat bukan nama nama sembarangan tapi adalah orang orang yang sudah diakui kualitasnya di Thailand sendiri, mencakup dua nama yang telah disebutkan tadi dan juga satu sutradara senior yang pernah mengguncang Asia dengan karya fenomenal “The Iron Ladies” yaitu Youngyooth Thongkonthun(hihihih...saking susahnya nulis nih nama aku sampe2 nyari2 ke google bok penulisan tepatnya!), dan satu sutradara fresh namun telah menunjukkan hasil karya yang unik dan berbeda di “Body # 9” yaitu Paween Purikitpanya (ini juga susah nulisnya bok!!).

Menyajikan keunikan dan ciri khas mereka masing masing, empat orang ini memuaskan penonton dengan cita rasa horror yang berbeda beda dalam film ini (Nano nano kale…). Ada sentuhan action nya, komedi, drama perselingkuhan, dan juga remaja tapi tetap dalam balutan keseraman keseraman horror Asia yang sangat dekat dengan tekstur budaya kita. Banjong dan Parkpoom untuk pertama kalinya akan bekerja sendiri sendiri disini, masing masing akan menangani satu segmen.

4 bhia kisah ringkasnya begini :
segmen 1 judulnya 'happines' berkisah tentang cewek yg dlm masa penyembuhan stlh kecelakaan dan tinggal sendirian di apartemen lalu iseng2 kenalan ama cowok lewat sms..lambat laun si cowok itu ternyata hantu yang berubah menteror!

segmen 2 kisah anak cupu di kerjain sekelompok siswa bandel lalu co cupu ini memantrai mereka semua hingga mati 1 demi 1

segmen 3 "middle man" kisah 4 remaja co suka canda2 bahas film horor melakukan arung jeram lalu kemping di hutan. saat arung jeram salah 1 dr mereka ilang dan kembali lagi malam2 ke kemah..ternyata nih cowok dah mati. ada kejutan di ending nya yg bikin shock!

segmen 4 "last fright" kisah pramugari sendirian nganter mayat perempuan bangwan ke negara fiktif. ternyata si mayat ama si pramugari cantik punya keterkaitan rahasia misterius. dalam penerbangan, si pramugari dikejar2 hantu dan rasa ketakutan luar biasa!

4-bhia horor thailand terbaik kale...

\ MERAH putih \


Mungkin sudah cukup lama kita ga nonton film bertema perang buatan sineas tanah air, dan untuk mengantisipasi masih banyaknya penggemar film perang bertema sejarah dan minimnya tema seperti ini di perfilman Indonesia yang tentunya diakibatkan oleh bujet produksinya yang cukup besar itu, PT Media Desa Indonesia bergabung dengan produser internasional Margate House merancang sebuah film super ambisius bertajuk “Merah Putih.” Bukan cuma itu, “Merah Putih” ini bahkan merupakan film pertama dari “Trilogi Kemerdekaan” yang rencananya bakal diwujudkan oleh production house ini.

Kisah film ini merentang di seluruh kepulauan Indonesia, sebuah saga tentang perjuangan pribadi, pertumpahan darah, cinta, benci, dan perang sipil yang terkait dengan isu-isu sensitif soal moral pada masa pertumpahan darah. Ini adalah kisah tentang konflik dan persatuan, agama dan moralitas, keberanian sejati dan tantangan sikap moral diantara kejahatan,” ujar Yadi menjelaskan. Benar benar sebuah karya yang ambisius, semoga saja hasilnya nanti juga patut diperhitungkan, hingga trilogi itu betul2 terwujud dan akhirnya benar2 mencatat sejarah besar dalam jagad perfilman Indonesia.

Bintangnya sendiri terdiri dari sederet aktor dan aktris muda Indonesia seperti Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan.

Dalam film ini, diceritakan tentang perjuangan lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah. Mereka, Amir (diperankan Lukman Sardi), Tomas (Dodi Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), Senja (Rahayu Saraswati), dan Marius (Darius Sinathrya), masing-masing punya latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali lima sekawan itu dibunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya Soedirman di pedalaman Jawa.

Yang cukup mengagumkan, untuk menghasilkan film ambisius yang baik tadi, produksi juga melibatkan beberapa ahli dari mancanegara yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American). Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful). Semoga kualitas spesial efek dan perangnya bisa benar2 jadi nomor wahid mengingat para spesialis yang telah berpengalaman di berbagai judul film2 besar internasional tersebut.

\ m a c a b r e teror horor \


Menurut kamus besar Wikipedia, film horor itu adalah film yang dirancang untuk menerbitkan rasa ngeri, takut, teror, jijik, atau horor dari para penontonnya. Dalam plot-plot film horor, berbagai kekuatan, kejadian, atau karakter jahat, terkadang semua itu berasal dari dunia supranatural, memasuki dunia keseharian kita.
Tapi bukan berarti sebuah film horor itu harus dibangun dari sebuah cerita supranatural semata seperti yang kebanyakan beredar di bioskop2 Indonesia kan? Pernah nonton film buatan Hollywood seperti “Saw” ataupun “Hostel”? Film2 tersebut biasanya disebut sebagai horror gory atau slasher, yaitu film horor yang bertumpu pada penggambaran2 yang sadis dan menjijikkan dari perilaku psikopat ataupun pembunuh2 maniak yang menimbulkan rasa takut justru dari aksi teror dan kesadisan mereka. Nah, tampaknya film Indonesia pun akan segera merilis tema yang serupa lewat film berjudul “Macabre,” sebuah film garapan dua sineas muda berbakat Kimo Stamboel dan Timothy Tjahjanto yang lebih dikenal dengan julukan The Mo Brothers, mungkin bila film ini sukses mereka bisa dijuluki sebagai “Pang Brothers”-nya Indonesia. “Macabre” ini cukup layak ditunggu lantaran idenya berasal dari sebuah film pendek karya Mo Bro bertajuk “Dara.” Sebagian pecinta film agaknya cukup kenal dengan film slasher black comedy tersebut berikut aktris Shareefa Daanish tampil sangar di sana, karena sebelum ini film pendek tersebut sempat menjadi bagian dalam antologi horor Indonesia berjudul “Takut.” “Dara” sendiri sebenarnya adalah proyek percobaan dari Mo Brothers yang memadukan unsur Dark comedy dan Suspense/Slasher, tapi setelah mendapat sambutan dan pengakuan dimana2 termasuk beberapa recognition Festival Film Horror dan Fantasy di berbagai benua pada kurun waktu 2007- 2008, mereka pun melanjutkan visi itu melalui film panjang berjudul “Macabre” ini.

Menariknya lagi dari film horor sadis ini adalah barisan bintang yang meramaikannya, simak aja nama2 berikut: Julie Estelle, Shareefa Daanish, Michael Lucock, Ario Bayu, Sigi Wimala, Imelda Therine, Arifin Putra, Daniel Mananta, Dendi Subangil, Ruli Lubis, & Aming. Hampir sebagian besar adalah nama2 yang sudah tidak asing lagi di telinga dan masing2 pernah menjajal peran utama di berbagai judul film tanah air. Dari Julie Estelle, si bintang “Kuntilanak” hingga Aming yang tampaknya bakalan muncul sebagai cameo. Dua VJ MTV yang tidak diragukan lagi kemampuan mereka sebagai host juga unjuk gigi disini, yaitu Mike Lucock yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama VJ Mike atau Mike Muliadro, dan Daniel Mananta alias VJ Daniel. Mike sendiri sebenarnya juga tampil dalam film pendek “Dara” bersama sang pemeran utama Shareefa Daanish yang dalam “Macabre” ini justru berbagi porsi peran dengan para pemeran wanita utama yang tak kalah cantik lainnya.