Sabtu, 05 September 2009

\ winona ryder informer \




THE INFORMERS diangkat dari kumpulan cerita pendek karya Bret Easton Ellis yang juga menulis novel berjudul Less Than Zero dan American Psycho. Tiga belas cerita pendek yang disusun dalam novel ini sebenarnya tak secara pasti saling berkaitan, namun ada kesan bahwa pada beberapa bagian kisah ini saling terkait.

Film ini berkisah tentang kehidupan di Los Angeles di sekitar tahun 1980-an. Ada 18 karakter dalam film yang mengambil rentang waktu dalam satu minggu ini. Cheryl Laine (Winona Ryder), misalnya, ia adalah seorang pembaca berita di sebuah stasiun televisi yang berkencan dengan seorang surfer dan mulai sering tak masuk kerja. Atau Bryan Metro (Mel Raido), seorang penyanyi pop, yang terlibat kasus pembunuhan saat berada di Jepang.
Kehidupan masing-masing tokoh ini sebenarnya tak saling terkait, namun ada titik di mana semua tokoh ini memiliki kesamaan. Keterkaitan yang bahkan mereka sendiri pun tak pernah menyadarinya.

Rindu sudah rasanya menikmati akting winona ryder setelah kasus ngutilnya, karier doi serasa tenggelam, padahal soal akting Noni not bad. Terkahir nonton pelemnya ya di film komedi anthology 'TEN' main bareng Famke Janssen dan Jesica Alba.Di film "the informer" ini ada salah 1 pendukungnya, Amber Heard nampak tampil seksi nude ml ama 2 laki2 lho...film ini cukup menghibur, apalagi bisa nonton gretongan di dvd bajakan semalam hueheueheue...asik deh!
Tak ketinggalan akting manteb kim basinger!

Kamis, 03 September 2009

\ komedi caci maki \




Untuk bulan ramadhan ini selain sinetron religi yang menjadi primadona, ada 1 program acara lagi yang jadi unggulan yaitu komedi live, sangat menjamur sepanjang hari apalagi di jam2 mendekati buka puasa dan sahur. Hebatnya, semua bak terjebak pada sesuatu yang stereotype dengan pemain itu2 aja sampai bosan...

tak cukup stereotype dr sisi pemain, gaya humornya juga 'luar biasa' saling hina, nimpuk, dorong, mancaci (walo dalam konteks humor), mukul, menghina secara fisik dan tak kalah serunya melihat beberapa komedian tampil dalam 1 frame saling rebutan ngebacot ngelawak...jatuhnya lucu? ahh..kadang lucu tapi lebih sering garingnya...

bayangin di acara 'saatnya kita sahur' (kalo ga salah itu tajuknya) di transtv pas sahur jam 4-an, ketika contohnya si jeng kelin mau ngemeng ngelucu, buru2 direbut si Adul atau komeng atau olga syahputra...mulut penonton dan mangap mo ketawain jeng kelin terasa 'disunat' dan boro2 ngetawain komeng, eh lom tuntas dan kerebut humor olga! gitu seterusnya..intinya makin banyak ngebacot mereka komedian merasa paling oke! makin jadi idola...sungguh tidak fair.,..

penonton yang nonton jadi puyeng! ketambahan kuis ga perlu dengan hamburan hadiah dan pertanyaan super kering (jauh dari kesan religi seringnya kuis), dah gitu jawabannya dikasih tau..ohhh Tuhan sungguh ancur! di prime time (mo buka dan sahur) slot acaranya terjejali komedi penuh hina dina gini disaat bulan puasa bukanlah alangkah oke nya diisi slot acara yang 'menyegarkan' untuk pembangunan dari sisi kejiwaan religius? tidak semua sih komedinya ancur di tv indonesia, salah 1 yang lumayan menggigit salah 1 nya 'suami-suami takut istri'.

semua yang ada sekarang terbentuk dari demand? dimana ada permintaan disitu ada penyediaan? TIDAK JUGA...semua jelas karena stasiun tv begitunya menjejali dan mencecoki masyarakat penonton dengan suguhan tontonan yang notabene..BURUK! coba ramadhan taon depan rubah pola tayangan misal dengan tontonan yang benar2 islami, aku yakin penonton akan suka, selera pasar bisa kok dirubah selama produsen dan pihak stasiun tivi benar2 'tulus' ingin 'membangun' masyarakat...
terima kasih!

Rabu, 02 September 2009

\ over expose \





sebegitu over expose nya aksi bugil Megan Fox di film horor barunya "Jennifer`s Body" sampai2 katanya adegan nude nya di sensor tapi kepalang basah, foto2 nan syut megan fox topless beredar di internet! WOW,...ternyata sensasi adegan ngebokep sebagai ajang publisitas sebuah film ga jauh2 beda ama indonesia ya...ahahaha..segitu hebohnya megan fox yang notabene orang bule sampai2 dibahas mlolo di film itu.

Jennifer`s Body kisahnya seorang cheerleaders yang seksi dan cantik trus rada2 psikopat demen makan manusia karena kerasukan iblis, ya rada2 kayak vampire gitu deh! serunya ya, posternya mirip serial 'true blood' ama 'paku kuntilanak' lho ahahaha...yang jiplak paku kuntilanak atau jennifer`s body ya?

ahh...nih film pasti jaminan sukses di dunia mengingat film horor macam 'drag me to hell' aja masuk box office dan 'orphan' (kalo ini jelas, karena emang ciamik!). Drag Me To Hell jualan sam raimi kale makanya sukses...untuk jennifer`s body jelas jualan megan fox dan keberaniannya, sebagaimana Dewi Perssik di 'paku kuntilanak' hohohoh...

\ haeundae \





HAEUNDAE film yang masuk kedalam kategori Disaster Movie (film-film yang mengangkat kerusakan akibat anomali alam), Haeundae adalah nama objek wisata pantai terkenal di semenanjung kota Busan yang di film ini bakal di gempur tsunami hebat dan meluluh lantaikan hampir separuh kota. Dan seperti halnya film-film yang mengangkat mengenai bencana alam, maka di dalamnya bakal di ceritakan para survivor dan usaha penyelamatan mereka terhadap bencana alam yang datang terjadi itu.

Sebelum Haundae rilis di Korea, film yang di rilis oleh JK Film CJ Entertainment telah di putar di 20 negara lain.film yang konon menggunakan efek animasi CGI langsung dari team Hollywood yang biasa menangani film-film yang membutuhkan special effect besar. Film yang sebentar lagi tayang di Korea (rilis sekitar bulan Juli) ini seperti memang layak banget untuk ditunggu.

korea kembali unjuk gigi setelah sangat berhasilkan 'mengkawinkan ' godzilla dengan jurrasic park dalam film mega box-office "HOST" 3 taon lalu.

\ gempa \




Hari selasa 2 sept terjadi gempa lumayan berasa banget di jakarta sekitar pukul 14.55 deh..terjadi kehebohan di kerjaan, semua lari2 turun karena ya emang lumayan bikin puyeng...
Hemmm..seru sih, trus abis itu liat2 tipi ternyata pusat gempa dari tasikmalaya dengan kekuatan 7,5 SR yang berpotensi tsunami! wow...shock deh!

kebayang ga kalo ada tsunasi dari laut utama jakarta, memporak porandakan jakarta? YA...Tuhan masih sayang kita, sayang indonesia...jakarta yang identik dengan gemerlap kemesuman masih tetep disayang Tuhan dengan tidak dikasih 'sesuatu' menyeramkan...kalo jakarta kena tsunami? seluruh indonesia bisa kacau, secara jakarta pusat ekonomi indonesia.

lupakan gempa itu...yang sekarang masih menjadi pertanyaan aku, kenapa ya doeloe majapahit dan singasari bisa raib ditelan bumi? situs triwulan yang sempet heboh bbrp bulan lalu karena mau dibuat gedung penelitian budaya, banyak ditemukan benteng2 dan rumah2 yang diduga peninggalan majapahit doeloe.

hebat...ya hebat, doeloe ternyata umat manusia banyak juga terkena azab dari Tuhan! seberapa dahsyatkah bencana zaman majapahit sehingga kerajaan yang sangat besar itu nyaris semuanya tertelan kemurkaan bumi?apakah seperti kasus lumpur panas di porong sidoarjo yang ampe detik ini masih aktif dan menenggelamkan puluhan desa?
lalu bagaimana dengan kerajaan singasari yang diduga doeloe di deket kota Malang? seberapa murkanya alam ya? apakah doeloe manusianya super bejat2? menyembah berhala dan sejenisnya? opss...

Selasa, 01 September 2009

\ crossing over \





Pernahkah menyaksikan "CRUSH" nya sandra bullock atau "BABEL" nya brad pitt? nah.."crossing over" menawarkan suatu konsep dan format kisah nyaris sama, dengan gaya anthology yang berkesinambungan ada benang merah 1 dengan kisah lain, walao njelimet tetap mengasyikan apalagi mengetengahkan issue seputar rasis yang banyak terjadi dinegara2 berkembang, tak ketinggalan di negara adi kuasa amrik sono.

deretan akting pemainnya menjajikan dari Ashley Judd, Harrison Forn, Ray Liotta, dengan produser ngetop Bob Weinstein dan Harvey Weinstein menjajikan suguhan tontonan yang pasti tidaklah membosankan dan setiap menit menjajikan akan debaran2 baik akting, adegan maupun dialog.

Cerita pertama mengisahkan tentang seorang polisi imigrasi, Max Brogan (Ford) dan rekannya Hamid selalu melakukan razia secara rutin di pabrik - pabrik yang kebanyakan mempekerjakan imigran gelap. Max mendapati seorang perempuan tengah bersembunyi dan meminta agar Max tidak menangkapnya karena ia memiliki anak kecil.

Cerita ke dua mengangkat kisah tentang seorang pengacara bernama Denise Frankeln (Ashley Judd) yang sedang menghadapi kasus pengadopsian seorang anak yatim piatu serta menangani kasus seorang gadis remaja usia 15 tahun asal India, Taslima Jahangir yang dituduh sebagai teroris karena ia melakukan prsentasi di sekolahnya tentang pendapatnya mengenai serangan teroris ke gedung WTC 11 September 2001 dan menurut Taslima begitulah caranya agar keluh kesah negara timur tengah di dengar oleh negara adikuasa macam Amerika Serikat. Taslima dan Ibunya harus meninggalkan Amerika Serikat sedangkan ayahnya dan kedua adik Taslima boleh tinggal di AS.
Kisah Taslima sangat menarik apalagi saat presentasi didepan kelas di cemooh siswa2 lainnya yang notabene orang amrik yang benci kaum muslim. Ini suatu sindiran maut untuk orang2 yang anti muslim...

Cerita ke tiga adalah usaha seorang model asal Australia, Claire Sheperd, yang ingin menjadi warga negara Amerika Serikat namun kantor imigrasi sangat mempersulit prosesnya. Secara tidak sengaja, Claire bertemu dengan Cole Frankel (Liotta)suami dari Denise Frankel. Cole berjanji akan membantu semuanya dengan syarat Claire mau "menjajakan" tubuhnya kapan saja bila Cole membutuhkan. usaha Cliare sia - sia karena Cole akhinrya ditangkap dan dideportasi ke Australia.

Cerita ke empat adalah usaha seorang pemuda asal Australia yang juga ingin menjadi warga negara Amerika Serikat dengan cara berpura - pura menjadi pemimpin umat Yahudi. Ia pun berhasil dan mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat.

suwerrr...pelem ini walo telat rilis di indonesia (edar secara international bulan februari 2009) banget banget te o pe be ge te! Harrison Ford tampil berwibawa penuh kebimbangan dan nampak keliatan tuir di film ini..hohohoh..keliatan tergopoh2...Ray Liotta masih berkharisma selayaknya akting di film2 lain..dan Ashley Judd tetep bertahan sebagai bintang cukup berkarakter,...dengan dukungan pemain2 lainnya y6ang akting oke, sayang film gini dilewatkan.

sebuah ilustrasi ironi tentang kehidupan manusia tentang sinisme memandang ras, kehidupan dan keyakinan orang lain tercetak begitu ekspliti di film ini. Lihat bagaimana Taslima dikatain teman2nya "kembalilah kau ke asalnya di arab saudi.." atau makian "Namamu Taslima Bin Laden!" dan umpatan "dasar brengsek!" dari siswa2 ditujukan ke Taslima...

Senin, 31 Agustus 2009

\ sudut metropolitan \





Kota yang tak pernah mati memang layak disandang Jakarta. Kehidupanya menyajikan tontonan tidak hanya di siang hari, tetapi juga malam harinya. Dari aura yang paling religius sampai ajang jual beli tiket menuju neraka. Dari gegap gempita barisan panjang jamaah pengajian sampai cerita hitam Muammar Emka tentang kehidupan kelam di balik layar. Menjelajahi malam di pelosok Jakarta ibarat memasuki labirin dunia baru yang menarik, eksotik, dan pelik. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Salah satu symbol yang paling kentara dari Jakarta adalah deretan Mall dan pusat perbelanjaan yang berderet di hampir semua ruas jalan ibukota. Di siang hari mereka adalah pembunuh bagi para pedagang pasar dan penjual barang di kaki lima. Di malam harinya, mereka adalah magnet bagi ribuan anak manusia. Ada banyak kenikmatan yang bisa direguk di sana. Dari sekedar acara makan malam keluarga, kencan dengan pacar, kurang kerjaan, atau sekedar mencoba menikmati dunia yang berbeda dibandingkan dengan duduk di warung tenda kaki lima. Atau kita juga bisa memilih makanan kecil sebagai pendamping aroma asap sisha beraneka rasa. Pojok-pojok ruangan remang-remang siap menawarkan tempat yang romantis, privacy, dan terutama bebas bagi siapa saja yang sanggup membayarnya.

Dunia malam tidak hanya di mall yang (ternyata) terbata waktunya. Kalau kita hendak menyaksikan dunia malam sesungguhnya, sejenak bergeraklah menyusuri jalanan Jakarta. Salah satunya di bilangan Kemang. Deretan mobil-mobil beraneka jenis lalu lalang mencari tempat singgah. Dari kafe-kafe dan diskotik yang tidak terlalu kentara jika dilihat dari tepi jalan maupun barisan perempuan penjaja diri di pinggiran jalan. Kalau mau lebih sinting sedikit untuk masuk kesalah satu tempat saja, mungkin kita bakal bisa menjumpai dunia gangster, prostitusi, taman-lawang-snarkotika, sampai jual beli senjata seperti di film-fim laga.

Di bilangan Kemang juga, disinyalir jadi tempat kongkow bagi mereka penyuka sesama. Sebuah Kafe yang lumayan besar di pinggiran jalan. Dan jika kocek masih terlalu tipis untuk ‘jajanan’ yang kelewat mahal tersebut, bisa juga mencari pasangan ‘sejenis’ di kawasan Taman Lawang. Nah di situ para waria berderet macam jemuran di samping rumah.

Namun tak semua kehidupan malam Jakarta identik dengan sesustu yang kelam. Di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, di bawah temaram lampu jalanan kita bisa menemukan sekelompok orang yang nongkrong sambil ngobrol ngalor ngidul. Kadang dengan sumpah serapah khas daerah. Itulah komunitas Bundaran Hotel Indonesia (BHI). Anak-anak daerah yang galau dengan kehidupan individualisme Jakarta. Di BHI, mereka bisa lepas bercerita, guyon, sambil memesan wedang jahe dan makanan seharga tak lebih dari 5000 perak. Ada romatisme yang timbul, paling tidak itu yang terlihat dari roman muka pasangan muda mudi yang terlihat di sana. Memandang angkasa di bawah pantulan sinar rembulan dan cahaya lampu jalanan ibu kota. Di tempat yang pada siang harinya sering digunakan sebagai tempat mahaiswa berunjuk rasa.

Dan jika bundaran HI masih terasa kurang, maka Taman Monas terbuka bagi siapa saja yang mau menjelajahinya di tengah malam suntuk. Pahatan apinya terasa lebih hidup di bawah rembulan yang makin tak berbentuk. Di bawah pohon-pohon yang temaram, banyak terlihat pasangan muda mudi asyik memadu janji (moga-moga gak diganggu kalajengking atau ulet bulu).

Menjelang subuh, puluhan bahkan ratusan masjid di ibukota siap menawarkan diri bagi hamba-hamba Tuhan yang ingin mendekat pada-Nya. Dari Istiqlal yang berdiri tegak di dekat stasiun Juanda, ataupun masjid ternama lainya semisal Cut Mutia ataupun Sunda Kelapa. Di Masjid Agung Sunda Kelapa. Lantunan suara Imam sholatnyapun lumayan enak didengar. Selepas subuh, di depan masjid sudah mulai buka satu-dua warung tenda menjajakan makanan dan minuman untuk sarapan.

Dan saat pagi kembali menjelang, roda kehidupanpun berganti. Mereka yang berkuasa sepanjang malam harus rela memberikan giliranya bagi yang muncul keesokan paginya. Sebuah kehidupan yang tak jauh berbeda, karena siang di Jakarta juga menawarkan kebajikan dan sekaligus kedustaan. Inilah Jakarta, dunia penuh eksotisme yang bisa menyeret kita jatuh dalam Lumpur kehinaan. Namun juga oase yang sanggup menggodok kita untuk semakin dekat pada yang maha kuasa. Hari itu satu malam terlewati di sebagain kecil Jakarta. Semoga mentari pagi bersinar lebih cerah di pagi ini….