Kamis, 17 Desember 2009

\ LIFT \



Saya ingat, saat saya getol dengan film-film hantu. Hampir semua film hantu saya tonton. Menikmati proses ketakutan dalam menonton sendirian di tengah malam. Dan entah kenapa, menonton film hantu menjadi candu bagi saya. Saya selalu berburu DVD film hantu. Menonton di layar TV besar, sendirian, dengan suara yang dikeraskan, dan kadang, saya matikan lampu ruangan tempat menonton DVD itu, agar lahir suasana yang lebih horor. Mengasyikkan di dalam suasana seram.

Sampai saat saya menemukan film The Eye, film dari Thailand, yang menceritakan seorang perempuan penerima donor mata, namun akibatnya dia mudah melihat hantu. Penggambaran hantu yang muncul di film itu, cukup menakutkan bagi saya. Seperti nenek yang memanggil kita di lorong rumah sakit, hantu orang tua di lift bergerak perlahan dari belakang mendekati kita, dan hantu yang menerjang kita dengan cepat. Dan yang paling menyebalkan adalah bayangan-bayangan itu tetap melekat di pikiran saya.

Saya ingat sekali kejadian saat sehari setelah menonton film The Eye itu, saat saya dapat tugas malam di minggu itu. Saat itu tepat malam jumat. Kamar kerja saya berada di lantai 17. Saya bertugas mulai jam 17.00 hingga 01.00 dini hari. Entah kenapa, saat itu hanya saya sendiri yang masuk kerja. Teman-teman yang satu shift dengan saya kebetulan banyak yang ijin dan berhalangan. “Sial”, cuma itu yang saya umpat.

Sekitar pukul 20.00, saya merokok di Smoking Room depan lift. Sendirian. Biasanya ada security yang menjaga, duduk di mejanya untuk menerima tamu. Namun kini meja security tersebut kosong. Biasanya pada jam itu, security akan memeriksa lantai lain untuk mematikan lampu dan mengunci ruangan lain. Jadilah saya sendirian merokok di lobby itu. Hanya suara hembusan angin AC yang terdengar. Saya berusaha tenang, tidak mau berpikir apapun, apalagi mengingat kalau pada saat itu tepat Malam 1 Suro.

Saat saya menghembuskan asap rokok di kesendirian, tiba-tiba lift berbunyi. Entah kenapa secara reflek saya menengok ke lift, yang memang langsung berhadapan dengan posisi saya duduk. Pintu lift terbuka. Tapi gelap. Dan kemudian lampu neon di dalamnya menyala berkedip-kedip. Saya terdiam. Saya hanya terpana melihat kejadian itu. Kalau lift terbuka dan lampu lift di dalamnya mulai menyala, itu artinya … lift itu membuka karena ada yang meminta, bukan karena untuk menurunkan pengguna di dalamnya. Kebijakan pengelola gedung memang seperti itu, listrik dalam lift akan menyala jika digunakan, dan lampu akan padam jika ada jeda waktu karena tidak digunakan. Hah …. Saya makin terdiam … Lalu, siapa yang menekan tombol di lift itu? Padahal di sana cuma saya sendirian. Saya makin merinding mengingatnya. Perlahan kupandangi kiri kanan di sekitar lobby. Tetap masih sepi. Tidak ada siapapun. Cuma saya sendiri. Haduuuuh … Saya tidak mau memandang ke dalam lift. Saya tidak mau mendapati kalau saya ditampakan sosok putih, melayang masuk ke dalam lift, membelakangi saya, dan tiba-tiba menoleh menghadap saya. Hahhhh … Saya tidak mau berpikir aneh-aneh. Namun saya juga tidak mau melihat ke arah lift. Yang saya dengar adalah suara lift menutup, dan lift mulai bergerak turun.

dari google

Akhirnya saya memberanikan diri untuk melihat pintu lift. Lampu angka 17 di atas pintu lift berubah ke lampu angka 16, lalu bergerak ke lampu angka 15, 14, 12. Dan tidak bergerak lagi di angka 12. Saya hanya bisa terpana melihat lampu angka tersebut. Saya pikir, ada yang turun atau naik di lantai 12.

Saya hisap rokok dalam-dalam, tidak mau berpikir ada kejadian apa di lantai 12. Namun anehnya, kenapa saya tidak bisa mengalihkan pandangan saya ke lampu angka lift itu. Apalagi saat lampu angka 12 tersebut tidak menyala. Mati. … Saya makin diam. Tiba-tiba, lampu angka 14 menyala. Berarti …. lift bergerak ke atas, untuk membawa seseorang atau menjemput seseorang di lantai yang dituju. Wah, lift bergerak ke atas. Apa lift akan menuju ke lantai 17? Aku hanya bisa memandang angka-angka yang berubah di atas pintu lift.

15.

16.

Apakah akan berhenti di lantai 17? Aku tidak mau memikirkan hal-hal aneh. Aku tidak mau membayangkan kalau lift itu akan berhenti di lantai 17, dan terbuka di hadapanku, dan … juga membayangkan kalau akan ada sosok putih keluar dari lift, tidak menapak lantai, dengan wajah seramnya … dan … tersenyum memandangku … Huuuaaaahhh, saya buru-buru mengalihkan pandanganku ke arah lain, menyampingkan muka saya dari lift yang masih terdiam karena pintunya masih tertutup. Saya tidak mau membayangkan hal seram itu.

Tapi entah kenapa, saya tidak memiliki niatan untuk beranjak dari Smoking Room tersebut. Aneh, saya hanya bisa duduk terdiam, seakan menunggu pintu lift tersebut terbuka. Entah kenapa, bulu kudukku makin merinding. Udara makin dingin. Rasanya badan saya kaku terdiam.

Dan … “Tiing!” … Lift berbunyi. Artinya … lift berhenti di lantai saya, lantai 17. Hah. Saya mulai merasa takut. Takut membayangkan apa yang tadi saya pikirkan ternyata sekarang terjadi. Ketakutanku mulai bertambah. Terdengar suara lift yang berhenti bergerak. Saya mulai merapatkan badan saya ke kursi, mengerutkan badan, menempelkan wajah saya ke kursi agar tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam lift.

Dan kudengar suara pintu lift terbuka. Aku hanya diam mendengarnya. Aku masih tidak berani memandang lift. Tapi…. kudengar suara sepatu melangkah keluar dengan cepat. Saya makin tidak berani memikirkan hal lain. Memikirkan kalau sepatu itu menuju ke arahku. Yang kudengar hanyalah, suara sepatu itu berhenti di lobby depan lift.

\ LUNA MAYAT!!! \




"Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!..." begitu tulis pemilik akun @lunmay itu.

itulah tulisan si luna maya di twitter nya dan sontak jadi rame dibahas di koran2 dan infoteinment! Duh...kenapa ga sopan ya nulis kata2 di public domain, apalagi doi selebs terkenal??
Serunya lagi..PWI Jaya seksi infotainment berencana membawanya ke wilayah hukum.Karena ini wilayah PWI Jaya seksi infotainment, mereka sekarang lagi kumpulin bahan benar tidaknya hal itu. Kalau memang dianggap ada unsur pelanggaran hukum kemungkinan akan dibawa ke sana.
Dulu aku sering mengatakan bahwa Google ibarat malaikat pencatat amal baik dan buruk perusahaan.
Nah, di era social media ini, malaikat pencatat amal baik dan buruk ini bertambah dua, yakni Facebook dan Twitter. Dua malaikat baru online ini sekarang gandrung mencatat amal perorangan yang jumlahnya lebih dari 300 juta pengguna Facebook dan 45 jutaan pengguna Twitter.

Sekali kita menulis status di Facebook misalnya, saat itu juga seluruh teman kita berpeluang membacanya. Jika status kita bagus dan menginspirasi teman, maka teman tersebut akan merespon dengan baik, bahkan menulis status kita di halaman Facebooknya. Status itu akan tertulis selamanya di Facebook, sepanjang kita tidak menghapusnya.
Sebaliknya, jika status kita dianggap negatif, menimbulkan rasa marah, maka respon negatiflah yang akan kita dapatkan. Bisa saja, mereka yang tidak suka kemudian menyebarkan “kesan negatif” kita (meski belum tentu status kita negatif menurut kita sendiri) ke teman-teman yang lain. Kalau pun status itu kita hapus, karena kita merasa bersalah misalnya, tetap saja tidak terhapus secara permanen. Dan, celakanya, kita tidak dapat menghapus status teman lain yang menyebarkan “kesan negatif” tadi.

Hal yang sama berlaku di Twitter. Apapun yang kita tulis di Twitter, berpotensi dibaca oleh siapapun juga, bukan hanya follower kita jika status Twitter kita terbuka. Kita bisa saja menghapus apa pun yang kita tulis, namun sekali ada pihak lain yang menyebarkan status kita, maka kita tidak memiliki daya untuk menghapusnya.

Dengan daya catatnya yang luar biasa itulah Facebook dan Twitter kini menjadi wajah kita sesungguhnya di online. Apapun yang kita goreskan di Facebook (entah itu status update, foto, maupun notes) dan Twitter secara bertahap akan membangun sebuah bentuk sesungguhnya siapa kita. Jika banyak amal baik kita tebarkan di kedua jejaring itu, maka akan menjadi lautan catatan amal baik kita. Sebaliknya, jika amal negatif yang kita torehkan, kedua jejaring itu juga tak segan membangun sosok kita yang negatif.

\nominasi GOLDEN GLOBE 2009 \






George Clooney berada di atas angin. Film terbarunya, Up In The Air, terbanyak memborong nominasi gelaran Golden Globe Awards, 2010.
Di film drama komedi itu, George memerankan Ryan Bingham. Selain George masuk nominator aktor terbaik, sutradara Jason Reitman juga berpeluang memenangkan kategori sutradara terbaik.
Up In The Air dikuntit ketat film musikal Nine yang mengantongi lima nominasi. Film fiksi ilmiah Avatar dan Inglourious Basterds juga meraih masing-masing empat nominasi.
Tqak lupa Sandra Bullock ngantongin 2 nominasi bow!! di THE BLIND SIDE kategori aktris utama drama ama kategori aktris komedi utama di 'THE PROPOSAL'!

Berikut ini nominasi Golden Globe Awards ke-67:
Best Motion Picture:
1. Avatar
2. The Hurt Locker
3. Inglourious Basterds
4. Precious
5. Up In The Air

Best Actress:
1. Emily Blunt (The Young Victoria)
2. Sandra Bullock (The Blind Side)
3. Helen Mirren (The Last Station)
4. Carey Mulligan (An Education)
5. Gabourey Sidibe (Precious)

Best Actor:
1. Jeff Bridges (Crazy Heart)
2. George Clooney (Up In The Air)
3. Colin Firth (A Single Man)
4. Morgan Freeman (Invictus)
5. Tobey Maguire (Brothers)

Best Motion Picture?Comedy Or Musical:
1. (500) Days Of Summer
2. The Hangover
3. It's Complicated
4. Julie and Julia
5. Nine

Best Actress?Comedy Or Musical:
1. Sandra Bullock (The Proposal)
2. Marion Cotillard (Nine)
3. Julia Roberts (Duplicity)
4. Meryl Streep (It's Complicated)
5. Meryl Streep (Julie and Julia)

Best Actor?Comedy Or Musical:
1. Matt Damon (The Informant)
2. Daniel Day-Lewis (Nine)
3. Robert Downey Jr (Sherlock Holmes?Joseph Gordon-Levitt?(500) Days Of Summer)
4. Michael Stuhlbarg (A Serious Man)

Best Animated Feature Film:
1. Cloudy With A Chance Of Meatballs
2. Coraline
3. Fantastic Mr Fox
4. The Princess And The Frog
5. Up

Best Supporting Actress:
1. Penelope Cruz (Nine)
2. Vera Farmiga (Up In The Air)
3. Anna Kendrick (Up In The Air)
4. Mo'nique (Precious)
5. Julianne Moore (A Single Man)

Best Supporting Actor:
1. Matt Damon (Invictus)
2. Woody Harrelson (The Messenger)
3. Christopher Plummer (The Last Station)
4. Stanley Tucci (The Lovely Bones)
5. Christoph Waltz (Inglourious Basterds)

Best Director:
1. Kathryn Bigelow (The Hurt Locker)
2. James Cameron (Avatar)
3. Clint Eastwood (Invictus)
4. Jason Reitman (Up In The Air)
5. Quentin Tarantino (Inglourious Basterds)

\ pemenang FFI 2009 \



Malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) usai digelar. Terjadi kejar mengejar piala antara film Identitas dan film Mereka Bilang, Saya Monyet!.
Film Identitas yang disutradarai Aria Kusumadewa meraih empat penghargaan. Disusul film Mereka Bilang, Saya Monyet! yang digarap Djenar Maesa Ayu meraih tiga penghargaan.
FFI 2009 masih layak kok meliat pemenang2nya...reza rahadian oke akting, henidar amroe apalagi, enak banget liat doi akting!

PEMENANGNYA ADALAAH....
Film Terbaik:
Identitas (PT. Esa Khaqiva & PT. Citra Sinema)

Skenario Asli Terbaik:
Sally Anom Sari & Samaria Simanjutak (Cin(t)a)

Skenario Adaptasi Terbaik:
Djenar Maesa Ayu & Indra Herlambang (Mereka Bilang, Saya Monyet!

Sutradara Terbaik:
Aria Kusumadewa (Identitas)

Pemeran Utama Pria Terbaik:
Tio Pakusadewo (Identitas)

Pemeran Utama Wanita Terbaik:
Titi Sjuman (Mereka Bilang, Saya Monyet!)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik:
Reza Rahadian (Perempuan Berkalung Sorban)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik:
Henidar Amroe (Mereka Bilang, Saya Monyet)

Penyunting Terbaik:
Wawan I. Wibowo (Pintu Terlarang)

Penata Sinematografi Terbaik:
Ipung Rahmat Syaiful (Pintu Terlarang)

Penata Artistik Terbaik:
Kekev Marlov (Identitas)

Penata Suara Terbaik:
Shaft Daultsyah & Khikmawan Santosa (Ruma Maida)

Penata Musik Terbaik:
Aksan Sjuman & Titi Sjuman

Lifetime Achievement:
Sophan Sophian

Film Anak-anak Terbaik:
Garuda Di Dadaku

Film Dokumenter Panjang Terbaik:
Ayam Mati di Lumbung Padi (Darwin Nugraha)

Film Dokumenter Pendek Terbaik:
Last Journey (Endah WS)

Film Pendek Terbaik:
Sabotase (Hadrah Daeng Ratu)

Sutradara Pendatang Terbaru Terbaik:
Djenar Maesa Ayu (uky)

Senin, 14 Desember 2009

\ MURDERER aaron kwok \




Film dengan ciamik dibuka dengan ilustrasi biola menyayat2, kamera berjalan pelan membidik lantai...tiba2..DUARRR! sesosok tubuh kebanting ke lantai itu! saat nonton, cukup shock juga hehehehe...kaget lah!
Lalu adegan bikin ngilu terpampang, sosok yang jatuh itu inspektur Tai masih sekarat dan bangkit lalu...KAKINYA PATAH! bener2 bikin ngilu nonton...
Adegan selanjutnya kesibukan tim medis dan polisi mengevakuasi keadaan...insp. Tai dibawa ke R.S dan koma, sementara ada inspektur Ling (Aaron kwok) yang selamat tapi hilang ingatan!
Dengan amnesia nya Ling membuat rekan2 nya curiga jangan2 Ling pelakunya, soalnya hanya Tai dan Ling ke rusun itu memburu serial killer yang sudah membantai 2 orang dengan cara membuat pola dengan bor listrik membentuk gambar kelinci!
Keadaan itu membuat Ling semakin terjepit ditambah fakta2 yang menjurus ke Ling, seperti bor listrik dirumahnya hilang, ada bekas lubang bor di pintu dengan lelehan darah, korban2nya teman masa kecilnya dan gambar kelinci titik-titik pada kertas mainan anak adopsi nya, sonny!

Ketika menonton, aku ngebatin "ahh..palingan si Ling pembunuhnya, dia mengindap amnesia karena pura2 aja" dan ngebatin "Halah..klise deh, palingan kepribadian ganda!"...
hehehee..ternyata...SALAH TOTAL!
Rahasia semua itu terbuka saat anak adopsinya, Sonny mengaku siapa dirinya! Sutradara begitu tak menyerah akan otak pecinta film thriller psikologis...dengan pengakuan Sonny (Jossi Ho) terungkap siapa sebenernya sonny!
Yup...Sonny adalah anak yang dulu mendapat kekerasan dari Ling dan rekan2nya...dan sonny mengindap penyakit 'susah tumbuh'! Walao wujudnya bocah sebeenrnya sonny berumur sekitar 46 tahun!
Dibantu gelandangan yang punya kelainan 'cepat tua' itulh sonny melancarkan aksi balas dendam ke Ling dan membuat Ling harus menerima kekalahan telak!

PERKAWINAN SEVEN DAN ORPHAN...
Jika Orphan focus kisah pada sebuah keluarga, dan Seven lebih condong ke thriller detektif, murderer mencoba meraciknya menjadi suguhan cukup mengasyikan karena kombinasi itu!
Adegan dimana Aaron Kwok harus nestapa, emosi dan dendam karena melihat mayat istrinya yang dipotong kepalanya mengingatkan gimana akting Brad Pitt di ending 'seven'!
Sayangnya...film ini berakhir anti klimaks...si bocah Sonny dengan tanpa dosa diadopsi adik Ling..tapi penonton agak lega dengan adegan akhir Ling yang berakhir di RSJ merajah tangannya dengan tulisan "KELUAR DAN BALAS DENDAM!"

Adegan kematian yang mewarnai bagian awal film yang berdurasi sekitar dua jam ini seolah menegaskan kesan suram dan frustasi. Tak ada yang salah dengan tema itu namun yang jadi pertanyaan adalah mampukah Aaron Kwok memainkan peran dengan tingkat kesulitan tinggi ini. Untungnya jawabannya adalah 'ya'.
Berbeda dari kebanyakan film yang sempat aaron kwok bintangi, MURDERER ini memang menuntut kemampuan akting yang jauh lebih berat. Ini patut diacungi jempol karena film ini seolah menegaskan bahwa Aaron mulai melangkah ke film-film yang lebih menuntut kemampuan akting dan tak sekedar menjual tampang saja.
Menuju penghujung film, penonton disuguhkan ‘twist ending’ layaknya film2 karya M. Night Shyamalan.Twist yang ditampilkan disini cukup lumayan memang, cukup absurd dan menggelikan hingga harus disaksikan dengan mata kepala sendiri untuk bisa mempercayainya.

\ ACCIDENT louis koo \



Ketika menonton di menit2 awal pas opening film, kupikir ini film tentang kecelakaan dengan proses nan cerdas ala 'final destination', tapi ternyata oh ternyata aku kecele...hehehe..ini film drama aksi tentang 4 pembunuh bayaran dengan sangat lihai memangsa incarannya dengan gaya 'kecelakaan' untuk menghindari kecurigaan polisi!
Adegan awal lumayan oke, seorang gembong triads terjebak macet (yang sengaja dibuat macet) lalu ada truck mencipratkan air ke mobil tuh gangster laluspanduk dari sebuah toko jatuh menutupi mobilnya lalu si gangser keluar dan menarik spanduk itu DAN... dari atas jatuhlah kaca sampe bikin tuh gangser mati!

Pure kecelakaan..itu pendapat polisi, tapi ini sebenernya strategi cara membunuh dari 4 pembunuh bayaran lihai Louis Koo, Michelle Ye dan 2 rekannya.
Aksi selanjutnya mereka dapat order dan film bergulir sampai akhirnya mereka terlibat intrik dengan Richie Ren.
Lumayan seru nontonnya...apalagi melihat akting Louis Koo yang jadi leader kelompok itu begitu kalem, cermat dan cerdas!
Endingnya seru juga, penuh perhitungan cermat untuk 'meynatap' richie Ren...sayangnya, ada sedikit gagguan gerhana matahari membuat rencana berantakan...

\ FRAGMENTS \



Seperti Crash, Babel atau Traffic, film ini memiliki cerita yang terbagi bagi yang menceritakan masing2 karakternya dan setiap karakternya di pertemukan dalam sebuah peristiwa yang merubah hidup mereka. Alur yang lambat dengan cerita yang cukup kompleks serta depressing membuat penonton diajak berpikir dan merasakan secara perlahan kondisi kejiwaan setiap karakternya, melihat bagaimana mereka menghadapi kehidupan mereka setelah peristiwa tragis tsb. Memang tidak semua kisah menarik untuk diikuti, ada beberapa yang membutuhkan pemikiran lebih dalam untuk mencernanya.

Satu yang cukup keren dari Fragments adalah pemilihan cast nya. Dengan cukup banyaknya aktor dan aktris ternama yang bermain disini membuat film ini menjadi lebih menarik apalg mereka semua bermain dengan baik. Tidak terlalu banyak dialog2 panjang di film ini imana hak tsb menuntut mereka lebih mengekspresikan emosi karakternya lewat gestur dan mimik wajah.
Overall, "Fragments" adalah sebuah drama dengan cerita yang cukup kompleks dan depressing, walaupun tidak sehebat Crash, Babel atau Traffic namun setidaknya film masih cukup menarik untuk ditonton apalagi didukung dengan cast2nya yang terkenal dan bermain baik...

FRAGMENTS berkisah tentang Anne(Dakota Fanning), Jimmy (Josh Hutcherson), Carla (Kate Beckinsale), Dr. Bruce (Guy Pearce,), dan Charlie (Forest Whitaker) hari itu sepertinya adalah hari biasa buat mereka. Mereka tidak pernah menyangka bahwa akan terjadi sebuah peristiwa penembakan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa terjadi di restoran tempat mereka berkumpul. Peristiwa tragis tsb memberikan efek traumatis yang besar dan berbeda beda bagi mereka berlima.

Anna, menjadi lebih religius namun ia tidak mau memiliki sebuah rahasia yang tidak ingin ia ceritakan dalam peristiwa tsb, dan berusaha tegar walupun terkesan dipaksakan. Jimmy yang juga merupakan sahabat baik Anna menjadi tertutup dan tidak mau berbicara lagi kepada semua orang.
Carla, pelayan restoran yang kesepian ini merasa diabaikan yg berakibat bayinya yang masih kecil menjadi terlantar. Dr. Bruce kehilangan kepercayaan dirinya karena tidak bisa menyelmatkan korban penembakan dan juga tidak bisa mengobati penyakit istrinya(Robin Wright) Dan Charlie yang merasa dirinya menjadi sangat beruntung karena bisa lolos dari peristiwa tsb dan mencoba peruntungannya di meja judi yang mengakibatkan ia harus kehilangan segalanya termasuk rasa kepercayaan anaknya (Jennifer Hudson).

Yeah...untuk mengisi luang dikala bosan nonton horor ya lumayan film ini walau terasa agak kering adegan2nya...terasa bosen liat Dakota Fanning dan Kate Beckinsale, karakter yang mereka mainkan sebenernya matang cuman 'gaya' film (dengan judul lainnya "winged craeatures)yang ga sekeren "crash" membuat mataku saat nonton byaaar peet... hohohoh