Minggu, 12 Juli 2009

\ FRIENDSHIP \



Saat separuh film aku tonton, aku kira film ini adalah sebuah film drama biasa yang tidak punya ciri khas dibanding film-film drama lainnya. Ternyata aku salah. Ada banyak hal tak terduga yang terungkap di akhir film yang mungkin tidak kita duga sebelumnya. Seperti misalnya misteri mengenai bunga kuning yang disukai tokoh cowoknya. Saat kita mengetahui kenyataannya, ternyata baru kita sadari bahwa alur dari cerita film ini sangatlah mendalam. Film ini menghadirkan sebuah kisah cinta yang tulus yang mungkin pada jaman sekarang ini sudah sangat jarang kita jumpai. Aku sendiri tidak tahu bagaimana kesuksesan film ini di negerinya sendiri. Yang jelas film ini punya nilai lebih dibandingkan film-film drama Indonesia yang akhir-akhir ini cukup banyak beredar di bioskop. Aku rasa film-film Indonesia perlu banyak belajar untuk bisa menghasilkan sebuah karya seperti film ini.

film ini masih 'jualan' wajah cakp aktor brondong mario maurier yang dolo sukses dngan 'lov of siam'. Wajahnya yang blasteran mungkin menjadi selling point yang akurat untuk merebut pasar karena memang disana mario sangat digandrungi sebagai idola baru...kalao di indonesia mungkin ya kayak tora sudiro kaleeeee, banyak man plem hohohoh...di bollywood yang shah ruk khan!

ASOY GEBOY
Indonesia mengandalkan komedi nyerempet untuk menjaring penonton, kayanya trend ini masih bisa terus exist walaupun kita berharap adanya perkembangan dalam genre film di Indonesia (yang sudah mulai coba dirintis oleh Rudi Soedjarwo lewat film2 sportnya seperti "Sebelah Mata" dan "Liar" juga Hanung Bramantyo lewat drama religi sukses "Ayat Ayat Cinta") bukannya cuma terus menerus ikut-ikutan arus yang masih banyak terjadi seperti saat ini. Salah satu bintang utama "Asoy Geboy" ini yaitu Raffi Ahmad tampaknya memang lagi laris-larisnya di layar lebar, setelah belum lama muncul lewat film “Liar”, sekarang hadir lagi dalam komedi yang kayanya pengen mencoba mengulang masa jaya film2 Warkop DKI ini. Dipasangkan bersama dua bintang humoris lainnya yaitu Argo ‘AA Jimmy’ dan Rizky Mocil, juga tema cerita komedi yang rada rada nyerempet dan banyak menampilkan wanita wanita seksi, film produksi MD Entertainment yang juga baru saja melaunching film “Oh Baby” ini memang seakan ingin mengulang nafas dan irama komedi2 era Warkop dulu.

yang pasti nih pelem (walo liat di dvd bajakan 2x smalam hohohoh) cukup mnghibur kok, ditunjang kseksian indah kalalo dan uli auliani!

\ kondangan \



Pada dasarnya acara kondangan bagiku bikin males aja, disamping kudu ktmu banyak manusia juga ribt dari nyiapin diri, baju, sampe kudu banyak senyum2...apalagi pas scene prasmanan...antri nya itu bok! kondangan jadi smacam acara 'mampir warteg' cuman kondangan 'bayar dimuka' hohohoh...
sore ini mo kondangan, berhubung temen deket mo merit yang biasa hahahihi bareng ya mau ga mau dateng, sialnya lagi cekak banget dompet! mau ngasih 100 ribu, waaah..kiamat deh! ngasih 50? hehhhe...sayang! ambil jalan tengah, cukup 30 ribu! sisanya ntar pas gajian...scara dia kan temen dekt bisa paham kondisi financial diriku hihihih...

bagusnya event kondangan yang bisa untuk acara ramah tamah, misal dengan tman lama, krabat dll yang lama tak sua, kan bisa ketemu walau pasti ga ada adegan crita nasibnya mndrita, smua nampak fun aja...ya itulah...dibalik acara kondangan kalo ditelisik bisa mmbuat kita pintar dan mmahami akan orang2...
macam2 orang dngan kostum yang mungkin tidak biasa dipakai akhirnya muncul show off...kalo pake batik? aduh...aku ga pantes! hohohohoh

ya...smoga temen aku merit dan idup bahagia deh...maafkan diriku kasih angpao 30 ribu doang, tapi janji nanti aku tambahin abis gajian hehehehe...

Sabtu, 11 Juli 2009

\ panti pijat TERLARANG \


Jajaran Polres Metro (Polrestro) Jakarta Barat menggerebek panti pijat khusus gay di Tambora . Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap pengelola panti pijat yang merangkap sebagai germo dan 20 laki-laki pemijat.
Polisi juga menyita beberapa barang bukti, antara lain aneka macam kondom, pil kuat, buku tamu, foto-foto pemijat, dan celana dalam. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, polisi langsung menetapkan Candra Manulang, pengelola panti pijat tadi, sebagai tersangka. Sejak penggerebekan itu, panti pijat tersebut langsung disegel.

Kasatreskrim Polrestro Jakarta Barat Komisaris Sujudi Aryo Seto mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat. Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Yudi -panggilan akrab Sujudi- memerintah salah seorang anggota resmob untuk menyamar sebagai gay.
"Anggota saya yang transaksi. Setelah bayar di kasir, pilih satu orang, lalu masuk kamar sampai sama-sama buka baju. Saat itu anggota saya juga sempat foto bareng," ungkap mantan Kasatreskrim Polrestro Tangerang tersebut.

Setelah memastikan, barulah anggota yang menyamar itu menghubungi timnya yang bersiaga di luar. Rumah kontrakan yang memiliki tiga kamar tersebut seketika digerebek petugas yang berjumlah 18 orang.
Seluruh penghuni di dalam rumah itu digelandang ke Mapolrestro Jakarta Barat. "Seumur-umur gue jadi polisi, baru kali ini menangkap hombreng (homoseks, Red)," seloroh Yudi.

Menurut dia, selain Candra, tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Para pria pemijat itu dianggap sebagai korban. "Kami akan mengirim mereka ke panti sosial, biar dibina," ucap Yudi.
Salah seorang pemijat, Radit Aditya, mengaku dua tahun bekerja di tempat yang dikelola Candra tersebut. Awalnya, dia memasukkan lamaran kerja sesuai dengan iklan lowongan di salah satu koran kuning ibu kota. "Semula saya tidak tahu kalau tempat begituan," jelas pria asal Pasar Turi, Surabaya, itu.

Begitu diterima, Radit di-training pijat relaksasi. Radit berdalih baru tahu setelah training karena langsung melayani hasrat seksual seorang pelanggan pria gay. "Awalnya sih ingin keluar. Karena faktor ekonomi, saya bertahan," kilah Radit.
Dia menyatakan menerima bayaran setiap melayani pelanggan. Dari germo, dia diupah Rp 50 ribu tiap jam. Rata-rata pelanggannya menggunakan jasanya hanya satu jam. Kadang-kadang dia mendapatkan penghasilan tambahan dari uang tip pemberian pelanggannya.

Dalam sebulan, Radit mengaku mengantongi uang rata-rata Rp 500 ribu. Dalam sehari, dia rata-rata melayani dua hingga empat pelanggan. Beberapa di antaranya merupakan pelanggan tetap.
------------------------------------------------------------

menurut aku sih mereka ga semata2 cari duit aja...tapi...butuh cepet dapat laki buat have fun! logika deh, ngapain dapet duit segitu (bukan maksud melecehkan uang lho) tapi beresiko (itu kalo si pemijatnya normal akan mikir gitu).
Ya gitu deh...alesan aja deh mereka ngelamar kerjaan, pura2 ga tau aslinya dah guatel pengen jadi pemijat hohohoh

\ L Men Of The Year 2009 \




nihh....3 finalis l-men 2009 yang masuk 3 besar...pasti pada ngedukung rully hohohoh...
-----------------------------------------------------------------------------------
Lupa deh kapan finalnya dan di tv mana soale dah ada iklannya di TV final "L Men Of The Year 2009". Hemmm..sepertinya para pria akan bangga menjadi finalis kontes L-Men sebagaimana para wanita lulus seleksi dalam ajang miss indonesia, puteri indonesia dan sebagainya...tapi entah kenapa, cowok2 L Men finalisnya narsis2 ya hohohoh...ya sih secara kan L Men produk body atletis masak pake kebaya tertutup?? helloooooo...

entah mengapa...seru ajang abang none jakarta, dalam hal ini ngebahas 'abang' nya sebagai "rival" finalis l men yang narsis binti genit.
Kalao abang jakarta kesannya lebih smart, kalem dan 'priyayi' cerminan sangat2 indonesia (timur) beda banget ama l men yang terlampau seksi pose2 nya! haram deh hohohoh...

\ GREEN SNAKE \



Sudah cukup banyak film bertena 'ouw peh coa' alias 'legenda ular putih' dimunculkan baik lewat pentas teater maupun film versi seri / layar lebar.Kata emakku, doeloe era 70-an ada film 'white snake' dengan pemain Lin Ching Shia dan Li Siu Ling, nak di era 90-an ada versi 'white snake' the series dan layar lebar 'white snake & green snake' yang lucunya dirombak di versi vcd/ dvd maupun setelah tayang di tv dengan cukup berjudul...'GREEN SNAKE'!

ya ya..legenda ini emang udah tuir, legenda sam pek eng thay aja kalah tuek nya apalagi romeo and juliet.Ular putih legendanya memang mengasyikan, sebagaimana legenda2 lain dimana sarat akan pesan moral dimana 'apapun wujud kita, berbuatlah baik ke orang lain', sebagaimana perbuatan si Pai Shu Cen alias ular putih nan welas asih setaraf Dewi Kwan Im Pousat.

Karya Tsui Hark kali ini digarap dengan indah dan fasih bercerita tentang romantisme khas legenda percintaan, namun dalam film ini lebih ditekankan sisi psikologis Sio Ching si ular hijau...ya, ini memang menjadi sisi menarik lainnya dibalik sisi romantisme yang mungkin sudah 'ketebak'.

Berkisah tentang ular putih yang bertapa 1000 thn dan menjelma menjadi Pai Su Chen (Joey Wong) bersama ular hijau yang baru bertapa 500thn lalu menjelma menjadi Sio Ching (Maggie Cheung) yang emosionil dan kenes.
Muncul juga tokoh biksu Fa Hai (Vincent Zhao) yang emang suka kekhi liat siluman2 dan berniat memberantas tapi sempat diurungkan sebab duo uler siluman itu menyelamatkan seorang wanita melahirkan.
Biksu memberi syarat agar duo uler ini dilarang berhubungan dengan manusia namun apa dikata, cinta sering tiada terduga dan takdir mempertemukan sastrawan muda Shi Han Wen (Wu Sing Kuo) dengan Pai Su Chen dan menikah.

Dari sini konflik mulai mencuat....Sio Ching sedikit jeles melihat sang 'kakak' punya cowok dan sempet mempertanyakan apakah Han Wen mencintai dirinya? Lalu menariknya lagi, Sio Ching mempertanyakan pada diri sendiri kenapa tidak bisa menangis sebagaimana Su Chen yang bisa sedih, dicintai dan menangis.
Inilah yang menjadi titik menarik kenapa film ini judul 'green snake' sebab sisi psikologis sio ching lebih ditekankan...tidak hanya itu, kebinalan Sio Ching dalam merayu biksu Fa Hai saat bertapa juga menarik, ini membuktikan adegan bagaimana seorang biksu sebenernya manusia biasa dimana gasrat seksuil bisa juga muncul...adegan ini digambarkan sangat sensual tapi tidak porno.

Ada adegan sensual (ga porno) saat mereka menjelma menjadi manusia dan disiram air hujan deras lalu berpelukan dan bergesek2an tubuh.
Ah...Green Snake memang sebuah film yang sayang dilewatkan dan untungnya diriku mempunya dvd bajakannya hohohoh...

Kamis, 09 Juli 2009

\ GOLPUT \



hem....senang rasanya menyaksikan dan mengalami kejadian bersejarah dalam bumi tercinta indonesia, tepatnya 8 juli lalu saat PEMILU capres/cawapres berlangsung aman dan tentram terkendali. Hal seru yang membekas ya sepanjang hari mantengin layar tipi liat quick count (istilah ini jadi populer ngalahin nama manohara atau prita mulyasari hohoh...)!

Ya..Ya...miss 'quick count' alias hitungan cepat memang cukup ngebantu kita2..bagi pendukung SBY-Boediono ga usah deg deg plass...soale jelas banget point nya tertinggi, disusul pasangan Mega-Prabowo yang dibawahnya dengan nilai nyaris separo dr pasangan SBY-Boediono! SEdang pasangan JK-Wiranto? melempeeeem hohohoh...

oke lupakan sapa menang dan kalah..
DEMOKRASI pada satu sisi menjamin kebebasan individu untuk merefleksikan sikap politiknya sejauh tidak melanggar hukum dan norma- norma yang berlaku di masyarakat.
“… kebebasan salah satu anugerah pilihan… tanpanya hidup tidak bermakna.” Pertanyaan yang penting kita kemukakan sekarang adalah, sikap Golput dalam pemilu apakah termasuk kebebasan berpolitik yang dilegitimasi oleh demokrasi?

Sekarang pemilu 2009, saat di mana demokrasi sudah semakin berkembang maju, masyarakat sudah bebas mendirikan partai politik asalkan memenuhi aturan yang disyaratkan. Masyarakat diberi kebebasan untuk menentukan pilihan baik pilihan terhadap partai maupun pilihan untuk wakilnya di lembaga eksekutif. Sudah tidak ada lagi intervensi kekuasaan dalam setiap suksesi internal partai dan semua mekanisme politik dijalankan secara terbuka atas kontrol yang ketat dari masyarakat.
Di tengah kondisi yang demokratis seperti ini, golput menjadi tidak relevan lagi. Menang masyarakat memiliki hak untuk memilih dan tidak memilih. Masyarakat yang tidak memberikan pilihan memang tidak akan mendapatkan sanksi ataupun konsekwensi hukum. Tetapi perlu kita sadari bahwa pilihan untuk golput tidak memiliki nilai strategis bagi masa depan masyarakat dan masa depan demokrasi.

Golput hanya melahirkan sikap apriori dan sikap pesimisme dan sikap seperti itu tidak lagi sejalan dengan nafas perubahan jaman. Perlu kita sadari bahwa pembangunan demokrasi itu telah menghabiskan banyak biaya dan menguras banyak energi. Sehingga rasanya sangat disayangkan apabila momentum yang mahal dan bermakna ini dilewati begitu saja tanpa partisipasi yang nyata dari masyarakat.

teee..taaa...pii...diriku GOLPUT lho, males mau nyontreng! eiittt...tapi aku cinta banget indonesia dan seksama menyimak jalannya pemilu!
i love indonesiaaa...

\ BLACK OUT \





ini adalah 3 film aktris Amber Tamblyn yang sudah ada di DVD bajakannya...Havoc drama remaja tragis tentang sex bebas dan narkoba, Spiral drama misteri aneh ala Donnie Darko dan BLACK OUT thriller mencekam dalam lift sempit!


Film ini menceritakan 3 orang yang punya latar belakang dan kepentingan berbeda yang bertemu dalam suatu tempat yang sama. Ketiga orang tersebut, semuanya sedang dalam keadaan mendesak untuk menuju tempat lain.

Claudia (Amber Tamblyn) sedang terburu-buru menuju rumah sakit setelah mendapat kabar kalau neneknya sedang sekarat. Sedangkan Tommy (Arnie Hammer) adalah seorang anak muda berandal yang punya ayah pemabuk dan suka menyakiti anaknya. Karena itu Tommy mencoba melarikan diri dari rumah, bersama dengan kekasihnya. Juga ada Karl (Aidan Gillen) yang mempunyai suatu rahasia besar yang harus segera dienyahkan dari apartemennya sebelum istri dan anak perempuannya pulang.

Akan tetapi, nasib sial menghinggapi mereka. Dalam segala ketergesaan tersebut, mereka semua terperangkap di dalam lift dari sebuah gedung yang sudah lama terbengkalai di suatu libur akhir pekan. Mereka bertiga langsung dihinggapi keputus-asaan di antara waktu yang terus berjalan dan harapan datangnya bantuan yang semakin memudar. Bukan itu saja ternyata di dalam gedung tersebut ada seorang pembunuh berantai yang sedang berkeliaran.

Film ini sangat cerdas dalam mengulur durasi, terasa tidak membosankan walau tokoh central nya 3 orang saja karena terjadi letupan2 adegan2 lain yang menggambarkan latar belakang 3 tokoh ini. Terasa mengasyikan bagi pecinta thriller psikologis karena serasa akan dimanja dengan menit demi menit yang siap memacu adrenalin kita selama nonton. Siapa Serial killer psikopatnya? ternyata...SALAH 1 DIANTARA MEREKA BERTIGA! sayangnya, film ini tidak memberi kejutan ke penonton siapa serial killer maniac nya...tapi tak mengapa karena intinya ini bukan film jenis thriller-bloody yang mengandung teka teki njelimet.
yukkk...nikmati aza klimaks mendebarkannya disaat si maniac mulai menebarkan kebengisan di dalam lift sempit!!